Jelajahi » Gay » Jock » teman tim » Teman Tim Rugby: Seks Brutal di Kamar Asrama
Seks Brutal Teman Tim Rugby di Kamar Asrama
Setelah kemenangan besar di lapangan, suasana di kamar asrama menjadi sangat panas. Teman setim rugby yang besar dan berotot tidak bisa menahan nafsu melihat tubuhmu yang berkeringat.
Fantasi
Dia melepaskan celananya, memperlihatkan kontolnya yang sangat besar, tebal, dan berdenyut-denyut. Bagas membalikkan tubuhku sehingga aku berlutut di lantai yang dingin. Dia memegang pinggulku dengan tangan besarnya yang kasar, lalu menghujamkan kontolnya ke dalam mulutku tanpa peringatan. Aku terbatuk saat dia menendang dalam, memaksa tenggorokanku menerima ukuran besarnya yang panas dan penuh urat.
Setelah puas bermain dengan mulutku, Bagas memintaku berbalik untuk posisi doggy style. Dia menekan dadaku ke kasur yang berantakan, sementara tangannya yang kuat mencengkeram paha belakangku. Dengan satu hentakan brutal, dia memasukkan kontolnya ke dalam lubang analku yang sempit. Aku berteriak saat dia mulai memompa dengan ritme yang cepat dan kasar, menghantam pantatku dengan telapak tangannya hingga menimbulkan suara plak-plak yang keras.
Keringat kami berdua bercampur saat dia terus melumat tubuhku. Bagas terus membisikkan kata-kata kotor tentang betapa nikmatnya lubangku menyedot kontolnya. Dia mempercepat tembakannya, setiap dorongan terasa sangat dalam hingga mengenai titik sarafku. Aku bisa merasakan otot-otot pantatku menegang hebat saat dia mencapai puncak.
Bagas mengerang keras saat dia menyemprotkan cairan spermanya yang panas dan kental ke dalam ususku. Dia terus memompa beberapa kali lagi hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat. Dia kemudian menarik keluar kontolnya yang masih berdenyut, meninggalkan lubangku yang basah dan terbuka, sementara cairan sperma putih kental mulai merembes keluar dari pantatku ke atas seprai.
Pertanyaan
Siapa saja karakter dalam cerita ini?
Cerita ini melibatkan dua pria dewasa, yaitu narator dan teman setim rugby-nya, Bagas.
Bagaimana suasana dalam cerita ini?
Suasananya sangat intens, kasar, dan penuh dengan gairah maskulin antar atlet.